Thursday, April 7, 2016

Benarkah Nabi Nuh Jawa Tulen

Hasil gambar untuk bahtera nabi nuh Benarkah Nabi Nuh Jawa Tulen

Nabi Nuh adalah salah satu dari 25 rosul yang dikabarkan dalam Al Qur’an. Kisahnya di abadikan dalam kitab alloh sebagai pelajaran bagi umat islam saat ini. Dalam kisahnya umat Nabi Nuh diberi azab oleh alloh dengan bencana hingga sehancur hancurnya. Orang – orang durhaka di antara umat Nabi Nuh tertelan banjir maha dahsyat yang menenggelam kan seluruh daratan di bumi. Menurut rekam sejarah memang dikatakan bahwa bumi pernah mengalami banjir besar yang menenggelamkan seluruh daratan dunia akibat gleser di kedua kutub bumi yang mencair.
 Sebelum terjadinya bencana besar tersebut alloh terlebih dahulu memperingatkan Nabi Nuh dan menyuruh untuk membuat sebuah bahtera yang akan menyelamatkan para umat yang beriman dan hewan yang berjumlah satu pasang pada masing masing spesies. Bahtera Nabi Nuh diriwayatkan dibuat di gunung dekat tempat tinggalnya.

Dalam proses pembuatan bahtera tersebut Nabi Nuh bahkan di katakan sebagai orang gila oleh sebagian umatnya sendiri. Tidak berhenti di situ saja, anak Nabi Nuh sendiri tidak mau menuruti perintah ayahnya saat bencana akan datang dan lebih memilih menaiki gunung untuk menghindari banjir.

Banjir besar yang menutupi bumi terjadi berbulan bulan bahkan mungkin ber tahun tahun membawa bahtera Nabi Nuh pergi entah kemana. Hingga pada akhirnya bahteranya pun menepi di daratan asing yang ternyata adalah sebuah gunung ketika air surut. Dalam Al Qur’an dikatakan gunung tersebut adalah gunung judi.

Berdasarkan kabar dari kitab suci tersebut banyak orang yang berusaha mengungkap kebenarannya. Dan fakta mengenai penemuan sebuah kapal kuno super besar di puncak gunung ararat menjadi awal dari terkuaknya kebenaran dan sejarah bangsa kuno.

Kapal yang diyakini merupakan bahtera Nabi Nuh tersebut memiliki ukuran sekitar 150 meter. Penelitian mengenai kapal ini pun masih terus berlanjut hingga sekarang. Gabungan peneliti dari dua negara china dan turki melakukan ekspedisi untuk menguak misteri dibalik kapal ini. Fakta – fakta yang mengejutkan pun muncul.

kapal nabi nuh
Hasil uji laboratorium oleh ahli tanaman purba noah’s ark minesteries international (china-turki) menunjukan
bahwa fosil kayu pembentuk bahtera adalah kayu jati yang terdapat di jawa. Mereka telah meneliti ratusan sampel dari kayu purba yang berasal dari berbaga negara, dan memastikan bahwa fosil kayu jati yang berasal dari jawa tengah dan jawa timur 100% cocok dengan sample fosil kayu dari bahtera Nabi Nuh. Hal ini diungkapkan oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark saat melakukan konferensi pers di hongkong, senin 26/04/10 lalu. Baca Juga: Misteri Batu Bergerak Death Valey Terungkap"Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di gunung ararat, turki adalah merupakan fosil kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub" jelas Yeung Wing.
 
kayu jati kapal nabi nuh
Fakta ini memberikan angin baru dalam pengungkapan sejarah peradaban manusia. Jika dilihat dari bentuk fisik negara Indonesia yang terdiri dari pulau pulau memang sangat mendukung perkiraan bahwa bencana besar memang terjadi di tanah Indonesia. Serta jika di tinjau dari letak geografisnya, Indonesia juga terletak di antara dua lempeng benua yang menyebabkan daerah dIndonesia sangat rawan bencana baik gempa maupun letusan gunung.

Setidaknya pembahasan kali ini bisa memberikan gambaran bahwa peradaban Indonesia lebih tua dari yang di duga selama ini.

Friday, April 1, 2016

Sejarah Penemuan Bahtera Nabi Nuh AS

 
Pada 26 April 2010,sekumpulan pengkaji dari China dan Turki yang bergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' telah mengumumkan bahawa mereka telah menemui kapal @ Bahtera Nabi Nuh di Turki. Mereka telah berjaya mengenalpasti sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada pada ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.


Menurut mereka, spesimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, dan agak tepat sekiranya berpandukan dengan timeline yang telah digambarkan dalam sejarah.
Menurut sejarah yang lalu, berlaku banjir besar di Bumi. dan menenggelamkan hampir separuh daratan pada muka bumi. Sebelum bencana tersebut terjadi, Nabi Nuh telah diberi wahyu untuk membina sebuah kapal besar untuk menyelamatkan umat manusia dan makhluk Bumi lainnya.
Bagi membuktikan kebenaran cerita tersebut, kumpulan pengkaji dari Turki dan China tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa bahtera legenda tersebut. Jika apa yang diberitahu oleh mereka adalah benar, para peneliti Evangelis telah menemukan sebuah perahu paling terkenal dalam sejarah.
Kalau anda ingin tahu Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1949, dan diperkatakan oleh Prof. Ron Wyatt bahawa ianya pernah bersama kumpulan arkeologinya telah menemukan lokasinya dan melakukan penggalian pada tahun 1977.


1. Awal Penemuan
Pada tahun 1949,pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)


Kemudian,pada tahun 1960, berita di dalam Life Magazine: Pesawat Tentera Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang dijangka perahu Nabi Nuh (The Noah’s Ark)
2. Gambar-gambar yang diambil pada tahun 1999-2000
Sesi pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun 1999-2000 tentang jangkaan adanya kapal di Gunung Ararat yang tertutup salji.

3. Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh


4. Kapal Nabi Nuh di atas Gunung Ararat.


5. Tapak Kapal Nabi Nuh sebelum dibersihkan



6. Pengukuran di Atas Tapak Bekas Kapal Nabi Nuh



7. Struktur Kapal Nabi Nuh menurut para arkeologi yang menjumpainyer

Yang terkini, pada 26 April 2010 sekumpulan yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferens.
Kepada media yang hadir ,mereka juga mempamerkan spesimen fosil kapal yang dikatakan Kapal Nuh, seperti tali, paku, dan pecahan kayu.
Seperti apa yang dijelaskan para penyelidik, tali dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi sebuah kapal. Tali turut digunakan untuk mengikat haiwan-haiwan yang diselamatkan daripada banjir besar , begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga kawanan haiwan-haiwan.
Penemuan ini telah menjadi pelengkap untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan tapak ini ke UNESCO agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian Kapal Nuh.
Tambahan lagi,cuaca yang teramat sejuk pada ketinggian 4.000 meter itu diyakini oleh para penyelidik dapat menjaga keadaan Kapal Nuh selama ribuan tahun