Monday, January 25, 2016

TEMUAN TERBARU MISTERI BAHTERA NABI NUH AS

TEMUAN TERBARU MISTERI BAHTERA NABI NUH AS
Hasil gambar untuk temuan terbaru misteri bahtera nabi nuh
  Bahtera Nabi Nuh masih menyisakan banyak misteri bagi semua umat manusia sepanjang zaman, terutama bagi para arkeolog.
Dikisahkan, Nabi Nuh diperintahkan Allah SWT untuk membuat sebuah kapal besar untuk menyelamatkan kerabat dan orang-orang yang beriman, serta pasangan binatang dari berbagai jenis, sebelum datang banjir besar.
Kini banyak ilmuwan yang meyakini bahwa di Gunung Ararat, Turki terdapat sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh.
Bahkan, tim arkeolog yang tergabung dalam Noah's Ark Ministries International (NAMI) yang berbasis di Hong Kong mengumumkan pada lima tahun lalu, mereka telah menemukan sebuah struktur kayu kuno di Gunung Ararat, yang kemungkinan bagian dari Bahtera Nabi Nuh.
NAMI mengungkapkan pada April 2010, mereka menemukan apa yang diyakini bagian dari Bahtera Nuh di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, terkubur di bawah batu vulkanik dan es di Gunung Ararat.
Menurut laporan Charisma News, pada 15 Oktober tahun ini, Ahmet Ertugrul, ahli dan penemu Turki yang memimpin NAMI, akan tampil dalam acara khusus yang diselenggarakan Southern Evangelical Seminary (SES) untuk mempresentasikan penemuannya.
Ertugrul diharapkan bisa menjawab segala pertanyaan tentang penemuan awal dari Bahtera Nabi Nuh tersebut.
Dia kemungkinan akan mengumumkan informasi terbaru terkait Bahtera Nuh bersama dengan sebuah panel yang terdiri dari saksi mata dan ahli.
Dalam panel itu ada Philip Williams, seorang insinyur dan mantan pengusaha telekomunikasi Amerika. Dia akan mempresentasikan temuannya sendiri terkait dengan sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh, terutama foto-foto, kesaksian dan video dari perjalanan yang dibuat di Gunung Ararat tahun lalu.
Williams adalah salah satu orang Amerika pertama yang pertama kali menyelidiki struktur Bahtera Nabi Nuh dan telah mempelajarinya selama dua dekade terakhir. Dia juga menjawab tuduhan bohong terkait temuan terbaru Bahtera Nabi Nuh. 
Posisi Bahtera Nabi Nuh
Hasil gambar untuk temuan terbaru misteri bahtera nabi nuh
        Para ilmuwan terus berusaha menjawab misteri keberadaan bahtera Nabi Nuh. Selama beberapa dekade dugaan mengarah di ketinggian Gunung Ararat, Turki timur. Pada ketinggian gunung itu memang terlihat bentuk seperti kapal raksasa, mereka menyebutnya 'anomali menarik'.
Untuk bisa menguak misteri itu, ilmuwan kini mendapatkan bantuan pencitraan dan analisis satelit. Adalah Porcher Taylor, profesor studi paralegal School of Professional and Continuing Studies, University of Richmond, Amerika Serikat, yang memulai melakukan studi dengan cara itu (menggunakan satelit).
"Asal-usul kognitif perjalanan saya dimulai pada 1973, saat pertama kali masuk sebagai calon perwira pada Akademi Militer AS di West Point, Amerika Serikat," kata Taylor dilansirSpace.com.
Kala itu, Taylor datang di saat ramai 'rumor kredibel' dari satelit mata-mata CIA, yang secara tak sengaja mencitrakan penampakan seperti haluan kapal mencuat keluar dari puncak es Gunung Ararat.
Beberapa dekade kemudian, Taylor inisiatif memindaklanjuti temuan satelit CIA.
Dia akhirnya mampu meyakinkan Badan Intelijen Pertahanan AS mengumumkan lima foto Angkatan Udara AS 1949 tentang Gunung Ararat.
Menurut dia pencitraan anomali Kapal Nuh terbantu citra satelit DigitalGlobe. "Banyak informasi yang didapatkan dari situ. Rasa ingin tahu semakin tinggi karena citra satelit resolusi tinggi anomali dari DigitalGlobe mungkin secara definitif mengubah anomali itu menjadi sebuah entitas dikenal, secara geologi atau mungkin sesuatu dari porsi Kitab Suci," kata Taylor.
DigitalGlobe telah memiliki satelit baru WorldView-3 yang memiliki pencitraan
dengan resolusi lebih tajam dan baik. Renananya akan diluncurkan pada musim panas 2014 dari fasilitas California Vandenberg Air Force Base.
Taylor mengklaim satelit ini memiliki resolusi pankromatik 31 cm, menjadikannya sebagai satelit komersial dengan resolusi terbaik dunia. "pencitraan akan menjadi detail. Itu sangat diperlukan," imbuh dia.
Selain satelit, misi itu juga dibantu dengan teknik analisis keunikan tekstur pankromatik anomali. Dalam teknik ini, dia akan dibantu oleh peneliti penginderaan jauh, Francois Luus dariDepartment of Electrical, Electronic and Computer Engineering, University of Pretoria, Afrika Selatan dan pengawas riset Luus, Sunil Maharaj.
Sebagai peneliti penginderaan jauh, kata Luus, setiap piksel dipertimbangkan dan pencitraan yang baik sangat berharga.
Kerangka Diduga Nabi Nuh Ditemukan
 Hasil gambar untuk temuan kerangka nabi nuh  
   Para staf di Penn Museum, Philadelphia menemukan sebuah kotak kayu berisi kerangka manusia berusia 6.500 tahun. Kotak kayu itu telah tersimpan di ruang gudang Penn Museum selama 85 tahun, tanpa ada yang mengetahuinya hingga saat ditemukan.
Terselip di gudang penyimpanan, kotak kayu berisi kerangka itu tidak memiliki nomor identifikasi atau kartu katalog. Tapi upaya terakhir untuk mendigitalkan sejarah kotak misterius itu telah memunculkan informasi baru.
Kerangka manusia dalam kotak itu digali dari kota kuno Ur (sekitar Irak), antara 1929 dan 1930, oleh Sir Leonard Woolley beserta timnya di Penn Museum.
Penggalian Woolley terkenal karena berusaha mengungkap makam bangsawan Mesopotamia, yang terdiri dari ratusan makam dan 16 tombsladen yang dijadikan artefak budaya. Selain itu, tim arkeolog itu juga menemukan pemakaman kuno yang berusia sekitar 2.000 tahun.
Dalam sebuah dataran banjir, hampir 50 kaki (15 meter) di bawah permukaan situs Ur, tim menemukan 48 makam yang berasal dari periode Ubaid, sekitar 5.500 sampai 4.000 sebelum Masehi.
Saat itu, Woolley memutuskan untuk mengangkat satu kerangka dari situs tersebut. Dia melapisi kerangka itu dengan lilin kemudian mengirimnya dalam sebuah kotak kayu ke London, lalu ke Philadelphia.
Menurut catatan Penn Museum, mereka menerima sekumpulan lumpur dan dua kerangka dari penggalian Woolley. Namun saat William Hafford, manajer Penn Museum, melakukan digitalisasi kiriman tersebut, hanya menemukan satu kerangka saja.
Penelitian lebih lanjut pada database museum mengungkapkan kerangka tak dikenal itu dicatat sebagai 'not accounted for' pada 1990. Untuk mengungkap siapa kerangka ini, Hafford mempelajari catatan ekstensif yang ditinggalkan Woolley.
Setelah mencari informasi tambahan, termasuk gambar dari kerangka yang hilang, Hafford menemui Janet Monge, kurator antropologi fisik Penn Museum. Tapi Monge, seperti Hafford, juga belum pernah melihat kerangka ini sebelumnya.
Saat itulah Monge teringat kotak misterius di ruang bawah tanah. Saat Monge membuka kotak itu dan mengatakan bahwa terdapat kerangka yang sama persis seperti yang dijelaskan Woolley.
Kerangka misterius itu kemungkinan seorang laki-laki berusia 50 tahun atau lebih. Dia memiliki tinggi antara 5 kaki 8 inci (173 cm) sampai 5 kaki 10 inci (178 cm).
Peneliti Penn Museum menamakan penemuan kerangka itu 'Noah', karena diyakini hidup setelah banjir besar yang terjadi di Ur, seperti kisah Nabi Nuh.
Teknik ilmiah modern belum tersedia saat Woolley melakukan penelitiannya. Dengan teknik ilmiah modern ilmuwan bisa mendapatkan lebih banyak informasi tentang sisa-sisa kuno, termasuk pola makan, asal leluhur, trauma, stres dan penyakit.
Bahtera Nabi Nuh Bisa Angkut 2,1 Juta Domba
 Hasil gambar untuk temuan kerangka nabi nuh  
   Dikisahkan banjir bandang maha dahsyat menerjang bumi, sekitar 4.800 tahun lalu. Sebelum bencana terjadi, Nabi Nuh -nabi tiga agama : Islam, Kristen, dan Yahudi- diberi wahyu membuat kapal besar untuk menyelamatkan umat manusia dan mahluk bumi lainnya.
Cerita bahtera Nabi Nuh sudah dikisahkan dalam ratusan buku, puluhan film, dan berbagai versi. Ahli sejarah dari sejumlah negara penasaran atas kebenaran kisah ini.
Baru-baru ini sekelompok mahasiswa fisika University of Leicester, Inggris melakukan hitung-hitungan menarik atas cerita itu seperti dilansir Latin Post, Jumat 4 April 2014 lalu. Para mahasiswa itu terdiri dari Oliver Youle, Katie Raymer, Benjamin Jordan, dan Thomas Morris. Mereka mencari logika seberapa banyak hewan yang mungkin ditampung bahtera Nabi Nuh.
Mereka merujuk buku "The Genesis Flood" karya John C Whitcomb dan Henry M Morris. Dalam buku itu disebutkan bahtera Nabi mampu mengangkut 35 ribu spesies hewan. Kelompok mahasiswa itu mulai melakukan penghitungan dari sisi ilmu fisika.
Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa rata-rata berat hewan di perahu 23,47 kilogram. Ya…setara berat domba, lah. Sebuah naskah kuno juga menyebut bahtera Nabi Nuh dibuat dari kayu gofir. Panjang 137 meter, lebar 22,86 meter, dan tinggi 13,7 meter.
Lalu, kelompok mahasiswa ini mulai menghitung berat kosong perahu dengan cara mencari angka kepadatan kayu gofir. Masalahnya, kayu gofir saat ini sudah tidak ada lagi. Sehingga mereka mencari pengganti kayu yang hampir mirip. “Kami mengantinya dengan kayu cemara," kata Thomas Morris.
Morris mengaku terkejut dengan hasil perhitungan akhir yang mereka dapatkan. Kesimpulannya : Bahtera Nabi Nuh mampu menampung 2,15 juta domba atau puluhan ribu spesies hewan dan tidak tenggelam.
"Kami tidak berpikir Alkitab sebagai sumber ilmiah yang akurat. Tetapi kami berhasil menemukan konsep perahu Nabi Nuh," kata Morris lagi. Sehingga menurut kelompok mahasiswa fisika itu, sangat masuk akal perahu Nabi Nuh masih terapung, meski diisi umat dan ribuan hewan.Assalamualaikum,
Replika Bahtera Nabi Nuh dari Mesopotamia Kuno
Dream - Sebuah replika dengan skala yang lebih kecil dari Bahtera Nabi Nuh telah dibangun di Kerala, India. Uniknya, pembangunan bahtera itu mengikuti relief yang tertulis dalam sebuah tablet tanah liat yang dibuat di Mesopotamia Kuno 4000 tahun yang lalu.

Sebelumnya, kurator British Museum Irving Finkel berhasil memecahkan tulisan pada tablet kuno itu. Di dalamnya terdapat instruksi detail untuk membangun sebuah bahtera yang diduga milik Nabi Nuh. Dan yang mengejutkan, Bahtera Nabi Nuh ternyata berbentuk bulat.

Kini kapal raksasa yang disebut Coracle itu telah selesai dibangun sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada tablet dari Mesopotamia Kuno (sekarang Irak).

Finkel seperti dikutip Dream dari laman dailymail.co.uk, Senin, 15 September 2014, mengatakan replika Bahtera Nabi Nuh yang selesai dibuat itu cukup besar untuk menampung beberapa pasang "hewan jinak".

Dia mendapatkan tablet itu dari seseorang beberapa tahun yang lalu dan membutuhkan waktu selama 20 tahun untuk memahami isinya. Dikatakan, bahtera itu berbentuk bulat dan merupakan catatan pertama dari cerita banjir besar di Babilonia yang terkenal.
Finkel menjelaskan bahtera yang disebutkan dalam tablet itu memiliki dua tingkat - sebuah rumah di atas dek dan ruang untuk hewan di bagian bawah.

Disebutkan pula bahwa bahtera itu dibangun dari 30 rusuk kayu dan 3.600 tiang penopang dan kemudian dilapisi dengan aspal. Menurut ahli rekonstruksi, bahtera yang asli memiliki luas setengah ukuran lapangan sepak bola dan dibangun dengan menggunakan tali alang-alang. Jika tali itu diregangkan, panjangnya mulai dari Edinburgh hingga ke London.

Kemudian tim Finkel menggunakan model komputer untuk menguji apakah bahtera dengan skala yang lebih kecil bisa mengapung dan berlayar di lautan. Tim membangun replika kecil mereka di Kerala, selatan barat India selama empat bulan. Dr Finkel mengatakan tim mampu mengikuti setiap petunjuk yang tertulis pada tablet dalam membangun replika tersebut.

Dalam membangun replika ini, tim tidak menggunakan alat-alat modern, perekat atau paku. Namun mereka hanya menggunakan kayu, bambu, daun kelapa dan tali alang-alang untuk menguatkan sambungan. Mereka benar-benar meniru apa yang telah dilakukan orang-orang Mesopotamia 4000 tahun yang lalu.

Seperti yang tertulis dalam tablet kuno, replika bahtera ini kemudian dilapisi dengan aspal di bagian dalam dan luar agar kedap air. Setelah selesai, replika tersebut memiliki berat sekitar 35 ton dan harus ditarik gajah untuk membawanya ke permukaan air.

Namun dalam peluncuran di air, terjadi kebocoran di lambung sehingga diperlukan pompa untuk menyedot air ke luar bahtera. Kendati demikian, Dr Finkel tetap merasa puas karena telah berhasil mewujudkan Bahtera Nabi Nuh secara nyata.

"Di Mesopotamia Kuno, mereka lebih mudah mendapatkan aspal dengan kualitas baik karena aspal keluar seperti sumber mata air," katanya. Sebaliknya tim harus puas dengan aspal India yang mudah mengering namun gampang meleleh saat terkena panas.

Finkel menyalahkan kualitas aspal yang rendah karena desain bahtera yang di tablet adalah kedap air dan menghasilkan kapal yang stabil. Dia memuji desain bahtera dalam tablet sangat efektif dan stabil untuk diajak berlayar.

"Jika kita bisa menggunakan aspal Irak dan menggunakannya dengan cermat dan hati-hati, mungkin kita bisa berlayar menuju New York tanpa masalah," katanya.

sekian, semoga bermanfaat
aldi hardiansyah

Sunday, January 24, 2016

FAKTA KAPAL NABI NUH AS BERASAL DARI JAWA TIMUR DAN JAWA TENGAH





Fakta kebenaran Kapal Nabi Nuh as berasal dari jawa tengah dan jawa TimurHasil gambar untuk misteri bahtera nabi nuhHasil gambar untuk misteri bahtera nabi nuh

      Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.  Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?  Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru.
     Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.  Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa.  Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu. 
     “Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing  Pendapat National Turk  Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).
     Menurut penelitian The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke antah beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir yang sangat besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air sudah menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka telah terdampar di puncak sebuah gunung.  Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan sementara kayu jati itu hanya tumbuh di Indonesia pada jaman purba hingga saat ini, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat menyaksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu adalah merupakan daratan yang sangat luas.
     Sedangkan Dr.Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh.  Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya.


wallahu'alam
aldi hardiansyah dan dia

MISTERI BAHTERA NABI NUH AS TERKUAK TUNTAS

                                           Misteri Perahu Nabi Nuh Terkuak 
      Cerita mengenai Perahu Nabi Nuh adalah sebuah cerita yang sangat fenomenal dan sangat melegenda. Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Nuh untuk dapat membuat perahu berukuran besar dalam waktu satu hari untuk menyelamatkan manusia dari sebuah bencana banjir bandang yang akan menimpa umat nabi nuh pada saat itu.
Misteri Perahu Nabi Nuh Akhirnya Terkuak
Misteri mengenai Perahu Nabi Nuh menjadi sebuah daya tarik para peneliti di seluruh dunia untuk dapat menyelidiki hal tersebut. Baru-baru ini diketahui di daerah Turki Timur, tepatnya di Gunung Agri atau Gunung Ararat yang selalu selimuti salju telah ditemukan sebuah bangkai Perahu/Kapal berusia lebih dari 1500 tahun dan diduga adalah perahu dari Nabi Nuh. Tak khayal penemuan ini menjadi penemuan terbesar dan berharga yang tercatat dalam sejarah dunia.
Hal ini tentunya menarik perhatian para peneliti untuk dapat mengetahui secara mendalam keterkaitan bangkai perahu yang ditemukan dengan peristiwa masa lalu nabi nuh yang melegenda. Tidak hanya para peneliti, namun akhir-akhir ini pihak penyelidik US seperti CIA/KGB tidak mau melewatkan kesempatan untuk dapat meneliti bangkai perahu diatas puncak gunung tersebut. CIA telah melakukan penelitian dengan merekam dan mengambil gambar menggunakan satelit dan pesawat 'Stealth' diatas puncak gunung Agrarat tersebut.
Banyak orang mencoba untuk mendaki puncak gunung Agrarat, namun tidak banyak yang berhasil mencapainya. Hanya beberapa orang saja yang beruntung dapat sampai diatas puncak gunung itu. Selebihnya banyak yang tewas secara mengenaskan sebelum sampai kesana. Gunung Agrarat dijuluki sebagai "Gunung Kesengsaraan".
Mereka yang beruntung mencapai puncak gunung, maka akan dapat melihat dengan mata kepala sendiri sebuah artefak sejarah yang tersimpan abadi di puncaknya.
Kemudian apakah artefak yang maha berharga itu adalah benar-benar bangkai Perahu Nabi Nuh yang telah terkubur selama 1500 tahun ? Para ahli kepurbakalaan membenarkan hal tersebut, karena mereka medapatkan kesimpulan bahwa pada artefak yang ditemukan terdapat sebuah dimensi yang sangat besar dan tak lain adalah Perahu Nabi Nuh as.
Bagaimana Ceritanya Perahu Nabi Nuh ditemukan ?
Pada tanggal 2 Mei 1988 silam telah terjadi sebuah gempa yang sangat hebat menimpa wilayah pegunungan Agrarat yang diselimuti salju, dan membuka misteri artefak perahu/bahtera Nabi Nuh yang telah terkubur selama 5000 tahun lamanya.  

Misteri Perahu Nabi Nuh Akhirnya Terkuak
Setelah kejadian gempa bumi tersebut, ditemukan sebuah lubang batu besar dengan sebuah lubang pahatan yang di duga merupakan "Drogue Stones". Drogue Stones adalah sebuah teknologi perahu pada zaman kuno dulu. Digunakan pada bagian belakang perahu untuk menstabilkan pergerakan perahu di laut lepas.
Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pada zaman Nabi Nuh tidaklah seprimitif yang kita bayangkan selama ini. Pada zaman tersebut illmu pengetahuan Sains dan Teknologi mereka dapat dikatakan sudah cukup maju dan berkembang pada saat itu.
Beberapa contoh yang membuktikan analisa tersebut adalah dari beberapa hasil temuan mencengangkan dari kaki gunung agrarat. Para peneliti dari Rusia menemukan lebih kurang 500 kesan artefak batu baterai elektrik purba yang merupakan sebuah alat untuk menyadur logam. Dari hasil temuan itu sangat jelas bahwa pada zaman Nabi Nuh telah mengenal yang namanya listrik. 

Struktur Perahu Nabi Nuh
Para ahli sejarah memperkirakan Nabi Nuh menciptakan perahunya nya yaitu pada tahun 2465 SM. Kemudian diperkirakan pada 2345 SM terjadi sebuah bencana banjir bandang yang maha dahsyat yang merendam hampir setengah populasi manusia di muka bumi ini.
Misteri Perahu Nabi Nuh Akhirnya Terkuak
The Great Noah Ark adalah nama yang diberikan untuk Perahu legenda Nabi Nuh. Bentuk dari kapal Nabi Nuh tidaklah serupa dengan kapal-kapal yang ada pada saat sekarang ini. Menurut para peneliti yang pernah melihat langsung Kapal Nabi Nuh diatas puncak gunung Ararat, serta beberapa hasil gambar yang diambil oleh satelit, nampak "The Great Noah Ark" memiliki ukuran rangka yang begitu besar dan kokoh.
Perahu Nabi Nuh disusun atas rangkaian kayu dari jenis pohon purba yang sudah punah. Namun sebagian peneliti menyebutkan konstruksi dari kapal adalah dari jenis kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah Indonesia. Ukuran bangkai kapal yang ditemukan setelah diukur yaitu 7.546 kaki dengan panjang dari bahtera kurang lebih 500 kaki, 83 kaki lebar,dan 50 kaki tinggi.
Diprediksi dengan ukuran yang sangat besar Kapal Nabi Nuh ini dapat mengangkut ratusan ribu manusia dan hewan dari bermacam spesies. Menurut Dr.Whitcomb, kapal nabi nuh ini dapat menampung 3700 mamalia, 8600 jenis unggas, 6300 reptil, dan 2500 amphibi. selebihnya adalah manusia dari kaum Nabi Nuh yang mempercayai ajarannya.

Penemuan Baterei
Para peneliti dengan kecanggihan teknologi yang mereka miliki, menangkap sebuah radar yaitu seperti adanya molekul baja dalam kapal tersebut. Ternyata mereka menemukan sebuah struktur baja yang setelah dilakukan kajian secara mendalam adalah merupakan struktur baja dari jenis "vessel". Jenis “vessel” ini berumur lebih dari 100.000 tahun, terbukti bahwa itu adalah ciptaan tangan manusia.
Misteri Perahu Nabi Nuh Akhirnya Terkuak
Beberapa sarjana berpendapat bahwa kemungkinan besar ‘Noah Ark’ ini dibangun disebuah tempat bernama Shuruppak, yaitu sebuah kawasan yg terletak di selatan Iraq.
Jika ia dibangun di selatan Iraq dan akhirnya terdampar di Utara Turkey,kemungkinan besar bahtera tersebut telah terbawa arus air sejauh kurang lebih 520 Km