Thursday, April 7, 2016

Benarkah Nabi Nuh Jawa Tulen

Hasil gambar untuk bahtera nabi nuh Benarkah Nabi Nuh Jawa Tulen

Nabi Nuh adalah salah satu dari 25 rosul yang dikabarkan dalam Al Qur’an. Kisahnya di abadikan dalam kitab alloh sebagai pelajaran bagi umat islam saat ini. Dalam kisahnya umat Nabi Nuh diberi azab oleh alloh dengan bencana hingga sehancur hancurnya. Orang – orang durhaka di antara umat Nabi Nuh tertelan banjir maha dahsyat yang menenggelam kan seluruh daratan di bumi. Menurut rekam sejarah memang dikatakan bahwa bumi pernah mengalami banjir besar yang menenggelamkan seluruh daratan dunia akibat gleser di kedua kutub bumi yang mencair.
 Sebelum terjadinya bencana besar tersebut alloh terlebih dahulu memperingatkan Nabi Nuh dan menyuruh untuk membuat sebuah bahtera yang akan menyelamatkan para umat yang beriman dan hewan yang berjumlah satu pasang pada masing masing spesies. Bahtera Nabi Nuh diriwayatkan dibuat di gunung dekat tempat tinggalnya.

Dalam proses pembuatan bahtera tersebut Nabi Nuh bahkan di katakan sebagai orang gila oleh sebagian umatnya sendiri. Tidak berhenti di situ saja, anak Nabi Nuh sendiri tidak mau menuruti perintah ayahnya saat bencana akan datang dan lebih memilih menaiki gunung untuk menghindari banjir.

Banjir besar yang menutupi bumi terjadi berbulan bulan bahkan mungkin ber tahun tahun membawa bahtera Nabi Nuh pergi entah kemana. Hingga pada akhirnya bahteranya pun menepi di daratan asing yang ternyata adalah sebuah gunung ketika air surut. Dalam Al Qur’an dikatakan gunung tersebut adalah gunung judi.

Berdasarkan kabar dari kitab suci tersebut banyak orang yang berusaha mengungkap kebenarannya. Dan fakta mengenai penemuan sebuah kapal kuno super besar di puncak gunung ararat menjadi awal dari terkuaknya kebenaran dan sejarah bangsa kuno.

Kapal yang diyakini merupakan bahtera Nabi Nuh tersebut memiliki ukuran sekitar 150 meter. Penelitian mengenai kapal ini pun masih terus berlanjut hingga sekarang. Gabungan peneliti dari dua negara china dan turki melakukan ekspedisi untuk menguak misteri dibalik kapal ini. Fakta – fakta yang mengejutkan pun muncul.

kapal nabi nuh
Hasil uji laboratorium oleh ahli tanaman purba noah’s ark minesteries international (china-turki) menunjukan
bahwa fosil kayu pembentuk bahtera adalah kayu jati yang terdapat di jawa. Mereka telah meneliti ratusan sampel dari kayu purba yang berasal dari berbaga negara, dan memastikan bahwa fosil kayu jati yang berasal dari jawa tengah dan jawa timur 100% cocok dengan sample fosil kayu dari bahtera Nabi Nuh. Hal ini diungkapkan oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark saat melakukan konferensi pers di hongkong, senin 26/04/10 lalu. Baca Juga: Misteri Batu Bergerak Death Valey Terungkap"Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di gunung ararat, turki adalah merupakan fosil kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub" jelas Yeung Wing.
 
kayu jati kapal nabi nuh
Fakta ini memberikan angin baru dalam pengungkapan sejarah peradaban manusia. Jika dilihat dari bentuk fisik negara Indonesia yang terdiri dari pulau pulau memang sangat mendukung perkiraan bahwa bencana besar memang terjadi di tanah Indonesia. Serta jika di tinjau dari letak geografisnya, Indonesia juga terletak di antara dua lempeng benua yang menyebabkan daerah dIndonesia sangat rawan bencana baik gempa maupun letusan gunung.

Setidaknya pembahasan kali ini bisa memberikan gambaran bahwa peradaban Indonesia lebih tua dari yang di duga selama ini.

Friday, April 1, 2016

Sejarah Penemuan Bahtera Nabi Nuh AS

 
Pada 26 April 2010,sekumpulan pengkaji dari China dan Turki yang bergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' telah mengumumkan bahawa mereka telah menemui kapal @ Bahtera Nabi Nuh di Turki. Mereka telah berjaya mengenalpasti sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada pada ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.


Menurut mereka, spesimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, dan agak tepat sekiranya berpandukan dengan timeline yang telah digambarkan dalam sejarah.
Menurut sejarah yang lalu, berlaku banjir besar di Bumi. dan menenggelamkan hampir separuh daratan pada muka bumi. Sebelum bencana tersebut terjadi, Nabi Nuh telah diberi wahyu untuk membina sebuah kapal besar untuk menyelamatkan umat manusia dan makhluk Bumi lainnya.
Bagi membuktikan kebenaran cerita tersebut, kumpulan pengkaji dari Turki dan China tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa bahtera legenda tersebut. Jika apa yang diberitahu oleh mereka adalah benar, para peneliti Evangelis telah menemukan sebuah perahu paling terkenal dalam sejarah.
Kalau anda ingin tahu Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1949, dan diperkatakan oleh Prof. Ron Wyatt bahawa ianya pernah bersama kumpulan arkeologinya telah menemukan lokasinya dan melakukan penggalian pada tahun 1977.


1. Awal Penemuan
Pada tahun 1949,pemotretan awal oleh Angkatan Udara AS tentang adanya benda aneh di atas Gunung Ararat-Turki, dengan ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 meter)


Kemudian,pada tahun 1960, berita di dalam Life Magazine: Pesawat Tentera Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal di puncak gunung Ararat yang panjangnya 500 kaki (150 meter) yang dijangka perahu Nabi Nuh (The Noah’s Ark)
2. Gambar-gambar yang diambil pada tahun 1999-2000
Sesi pemotretan oleh Penerbangan AS IKONOS tahun 1999-2000 tentang jangkaan adanya kapal di Gunung Ararat yang tertutup salji.

3. Peta Lokasi Perahu Nabi Nuh


4. Kapal Nabi Nuh di atas Gunung Ararat.


5. Tapak Kapal Nabi Nuh sebelum dibersihkan



6. Pengukuran di Atas Tapak Bekas Kapal Nabi Nuh



7. Struktur Kapal Nabi Nuh menurut para arkeologi yang menjumpainyer

Yang terkini, pada 26 April 2010 sekumpulan yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferens.
Kepada media yang hadir ,mereka juga mempamerkan spesimen fosil kapal yang dikatakan Kapal Nuh, seperti tali, paku, dan pecahan kayu.
Seperti apa yang dijelaskan para penyelidik, tali dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi sebuah kapal. Tali turut digunakan untuk mengikat haiwan-haiwan yang diselamatkan daripada banjir besar , begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga kawanan haiwan-haiwan.
Penemuan ini telah menjadi pelengkap untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan tapak ini ke UNESCO agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian Kapal Nuh.
Tambahan lagi,cuaca yang teramat sejuk pada ketinggian 4.000 meter itu diyakini oleh para penyelidik dapat menjaga keadaan Kapal Nuh selama ribuan tahun

Monday, March 21, 2016

Adakah Orang yang Pernah Melihat Kapal Nabi Nuh?

Adakah Orang yang Pernah Melihat Kapal Nabi Nuh?

Selama lebih dari dua dekade terakhir pencarian kapal Nabi Nuh telah memperoleh perhatian internasional. Lusinan ekspedisi ke daerah Ararat di sebelah timur Turki, kebanyakan dilakukan oleh kelompok Kristen Amerika, telah menuntun kepada banyak klaim - tetapi tidak ada bukti.
Menurut Kitab Suci, kapal Nabi Nuh merupakan suatu perahu besar yang dibuat dari kayu gofir dan ditutup dengan pakal. Ukuran keseluruhannya adalah panjang 450 kaki, lebar 75 kaki dan tinggi 45 kaki dengan tiga geladak di dalam. Sebuah “jendela” dibuat di bagian atas (Kejadian 6:14-16). Sepintas, ukuran keseluruhan kapal ini menjadikannya kendaraan laut terbesar yang ada sebelum abad ke-20, dan proporsinya secara menakjubkan mirip dengan kapal laut besar yang ada sekarang.
Kitab Suci mengatakan bahwa kapal Nabi Nuh kandas di “pegunungan Ararat” (Kejadian 8:4). “Ararat” mungkin menerangkan suatu daerah (kerajaan kuno Urartu) dan bukan puncak gunung secara khusus. Setelah Nabi Nuh dan keluarganya meninggalkan kapal di atas gunung, kapal tersebut tidak pernah disebut-sebut lagi dalam Kitab Suci. Kemudian penulis-penulis Kitab Suci tidak pernah menyatakan bahwa mereka tahu bahwa kapal tersebut masih dapat dilihat.

Hasil gambar untuk misteri bahtera nabi nuhPegunungan Ararat di Turki tempat kapal Nabi Nuh dilaporkan terlihat.
Pegunungan yang disebut Ararat sekarang lebih nampak seperti daerah pegunungan dengan dua puncak. Yang menarik, ada banyak laporan sepanjang sejarah mengenai perahu besar di pegunungan di daerah ini. Keterangan yang paling awal (bermula pada abad ke-3 S.M.) menyatakan bahwa sudah diketahui secara umum bahwa kapal Nabi Nuh itu masih dapat dilihat di pegunungan Ararat.
Laporan-laporan selama lebih dari seabad terakhir ini berkisar dari kunjungan ke kapal tersebut, sampai penemuan kayu, sampai foto pemandangannya. Secara umum dipercaya bahwa sekurang-kurangnya sebagian besar dari kapal itu masih utuh, tidak di atas puncak yang tertinggi, tetapi di suatu tempat di atas 10.000 kaki. Terperangkap dalam salju dan es hampir sepanjang satu tahun, hanya pada musim panas yang hangat saja struktur kapal tersebut dapat dilihat atau didekati. Beberapa orang mengatakan telah memanjat atapnya, yang lainnya mengatakan mereka telah berjalan-jalan di dalamnya.
Pada tahun 1980-an, “ark-eology” mendapat kehormatan dengan berpartisipasinya mantan astronot NASA James Irwin dalam ekspedisi ke pegunungan. Sebagai tambahan, investigasi kapal Nabi Nuh diuntungkan dengan pecahnya Uni Soviet, karena pegunungan tersebut tepat berada di perbatasan Turki-Soviet. Ekspedisi ke atas pegunungan selalu dianggap sebagai ancaman keamanan oleh pemerintah Soviet.
Sayangnya, kunjungan-kunjungan ke situs yang diusulkan tidak menghasilkan bukti lebih lanjut, tempat beradanya foto-foto tidak diketahui lagi, dan peninjauan yang berbeda tidak menuju ke lokasi yang sama di pegunungan. Lebih dari itu, astronot James Irwin telah meninggal, seorang saksi mata inti telah menarik diri dari hadapan publik, dan sudah ada beberapa ekspedisi baru ke pegunungan di tahun 1990-an.
Tetapi usaha-usaha masih tetap berjalan. Sementara Asosiasi untuk Penelitian Kitab Suci (Associates for Biblical Research) tidak terlibat dalam usaha-usaha ini, kami melanjutkan penelitian tentang laporan-laporan kuno, pengakuan lebih lanjut dari saksi mata dan memperbaharui usaha untuk menentukan tempat berlabuhnya kapal Nabi Nuh. Masih banyak ekspedisi yang menunggu. Jika kapal tersebut memang ada di atas sana, kita akan mendengar beritanya.

Penemuan Kapal Nabi Nuh Diragukan


Penemuan Kapal Nabi Nuh Diragukan

Kalaupun tidak terbukti bahwa itu adalah kapal Nabi Nuh, pencarian diteruskan.

Sekelompok komunitas Kristen China mengumumkan penemuan bahtera Nabi Nuh di ketinggian 4.000 meter di Gunung Ararat, Turki.
Hasil gambar untuk misteri bahtera nabi nuhTim peneliti yang tergabung 'Noah's Ark Ministries International' tersebut yakin 99,9 persen bahwa apa yang mereka temukan adalah kapal yang menurut kitab suci beberapa agama dibangun oleh Nabi Nuh sebelum bencana banjir bandang mahadahsyat mengapus ras umat manusia berdosa.

Fox News, Jumat 30 April 2010, menyebutkan, penemuan di Gunung Ararat di Turki tersebut bisa jadi memang benar kapal Nabi Nuh, tapi bisa juga salah.

Kalaupun tidak terbukti bahwa itu adalah kapal Nabi Nuh, mereka yang percaya tidak akan berhenti mencari di tempat lain.

Beberapa orang berpendapat bahwa kayu kapal yang diambil gambarnya tidak cukup kuno, tidak ada gambar lokasi untuk memverifikasi situs itu, tidak ada pakar independen yang melihat data tersebut, dan tidak ada bukti bahwa di Bumi pernah terjadi banjir dahsyat.

Orang-orang yang paling tidak percaya pada penemuan tersebut justru para pakar kitab suci yang juga memiliki keyakinan bahwa bahtera Nuh memang eksis dan bisa ditemukan, tetapi tidak percaya dengan penemuan tim peneliti China.

Dr. John Morris, arkeolog kawakan Institute for Creation Research, bahkan menuding penemuan tersebut sebagai sebuah kebohongan. Morris telah memimpin 13 ekspedisi ke Gunung Ararat untuk mencari kapal yang disebut dalam kitab suci. Dia mengetahui dengan pasti lokasi di Ararat, dan menyebut penemuan para peneliti China tersebut merupakan penipuan.

Dr. Randall Price, kepala Studi Yudaisme di Liberty University, Virginia, Amerika Serikat, dua tahun lalu pernah menjadi anggota tim Noah's Ark Ministries International. Dia keluar dari proyek tersebut karena merasa ada pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari proyek dengan menjadikan proses pencarian bahtera Nuh sebagai industri pariwisata.

Morris dan Price dikontak oleh tim China untuk ikut serta dalam konferensi pers untuk mengumumkan penemuan mereka beberapa hari lalu. Namun, Morris dan Price menolak dengan alasan, terlalu sedikit bukti yang diperoleh. Profesor Porcher Taylor dari University of Richmond juga yakin itu bukan bahtera Nuh yang sebenarnya. "Mereka menggali di lokasi yang salah di Gunung Ararat," kata Taylor.

Menurut Taylor, gambar satelit dari sebuah wilayah sekitar setengah mil jauhnya dari lokasi tim China menemukan kapal, menunjukkan sebuah kawasan yang disebut "anomali Ararat", sebuah wilayah yang membangkitkan minat komunitas intelijen AS selama bertahun-tahun. "Bila sisa-sia kapal Nuh memang di Gunung Ararat, satu-satunya lokasi yang paling logis adalah di anomali Ararat, dan bukan di lokasi di mana pengakuan sensasional itu dikeluarkan oleh kelompok itu," kata Taylor.

Bagaimanapun juga, para arkeolog tersebut yakin bahwa banjir bandang pernah menerjang Bumi dan bahwa bangkai kapal Nabi Nuh ada di Gunung Ararat, meski di lokasi berbeda dengan yang ditemukan tim China. Apapun itu, Morris, Price, Taylor, dan banyak ahli lain, tetap kembali ke Gunung Ararat dengan harapan akan menemukan sesuatu yang mereka percayai.
terima kasih telah berkunjung.

Thursday, March 17, 2016

13 Fakta Misteri Nabi Nuh AS

Hasil gambar untuk fakta bahtera nabi nuh menurut al quranAllah memerintahkan Nabi Nuh as. untuk membuat bahtera. Bersama para pengikutnya, Nabi Nuh as mengumpulkan paku dan menebang kayu besar dari pohon yang ia tanam selama 40 tahun. Melalui wahyu-Nya, Allah SWT
Membimbing Nuh membuat bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. Berikut rekor dunia yang dipegang oleh Bahtera Nuh :

1. Bahtera Nuh Dipimpin Oleh Nahkoda Tertua Di Dunia (berusia 600 th).

Ibnu Abbas menceritakan Bahwa nabi Nuh diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun dan berdakwah selama 5 abad. Dia mengarungi banjir ketika ia berumur 600 tahun dan kemudian setelah banjir ia hidup selama 350 tahun.


2. Bahtera Nuh Merupakan Kapal Terbesar Di Dunia Yang Terbuat Dari Kayu.

Ibnu Abbas menceritakan Bahwa Suatu ketika Nabi Isa menghidupkan Ham bin Nuh dan bertanya kepadanya kenapa rambutnya beruban, ia menjawab dia meninggal di saat usia muda karena ketakutannya ketika banjir. Ia berkata bahwa panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan.

3. Bahtera Nuh Merupakan Alat Angkutan Laut Pertama Di Dunia.

Allah membimbing Nuh membuat bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. Bahtera Nuh dianggap merupakan alat angkutan laut pertama di dunia.

4. Bahtera Nuh Merupakan Alat Angkutan Laut Pertama Di Dunia Yang Terbuat Dari Kayu.

Bersama para pengikutnya, Nuh mengumpulkan paku dan menebang kayu besar dari pohon yang ia tanam selama 40 tahun.

5. Bahtera Nuh Merupakan Kapal Angkut Bertingkat Pertama Di Dunia (3 tingkat).

Panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan. Tingkat pertama diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan, tingkat kedua ditempatkan manusiaingkat ketiga untuk burung-burung.

6. Bahtera Nuh Merupakan Kapal Yang Belayar Tertinggi Dari Dasar Laut.

Menurut Al Qur’an, bahtera Nuh telah mendarat di Bukit Judi. Ada pendapat yang menunjukkan suatu gunung di wilayah Kurdi atau tepatnya dibagian selatan Armenia, ada pendapat lain dari Wyatt Archeological Research, bukit tersebut terletak di wilayah Turkistan Iklim Butan, Timur laut pulau yang oleh orang-orang Arab disebut sebagai Jazirah Ibnu Umar (Tafsir al-Mishbah).

7. Bahtera Nuh Adalah Kapal Anti Topan Dan Banjir Pertama Di Dunia.

Allah membimbing Nuh membuat bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir.

8. Bahtera Nuh Adalah Kapal Pertama Yang Berlayar Tanpa Kompas.

Setelah bahtera itu selesai, Kitab Kejadian menggambarkan bahwa air merendam bumi selama 150 hari lamanya dan setelah itu air mulai surut.

9. Bahtera Nuh Dinahkodai Bukan Ahli Ilmu Kelautan Dan Perbintangan.

Nuh adalah seorang nabi yang diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Quran. Nuh diangkat menjadi nabi sekitar tahun 3650 SM. Diperkirakan ia tinggal di wilayah Selatan Irak modern.

10. Bahtera Nuh Adalah Satu-Satunya Kapal Angkut Dengan Penumpang Paling Sedikit Pertama Di Dunia.

Ibnu Thabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan Ararat, ia kemudian membangun suatukota di daerah Ararat (Qarda) disuatu areal yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersebut Themanon (Kota delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman yang berjumlah 80 orang.

11. Bahtera Nuh Adalah Kapal Angkut Yang Mengangkut Jenis Binatang Berpasangan Terbanyak Di Dunia.

Nuh memiliki 4 anak laki-laki: Kan’an, Sem, Ham, dan Yafet. Menurut kitab Kejadian, pada jamannya terjadi air bah yang menutupi seluruh bumi; hanya ia sekeluarga (istrinya, ketiga anaknya, dan ketiga menantunya) dan binatang-binatang yang ada di dalam bahtera Nuh yang selamat dari air bah tersebut.

12. Bahtera Nuh Satu-Satunya Kapal Yang Mendarat Di Gunung.

Berdasarkan foto yang dihasilkan dari gunung Ararat, menunjukkan sebuah perahu yang sangat besar diperkirakan memilik luas 7.546 kaki dengan panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki dan masih ada tiga tingkat lagi diatasnya.

13. Bahtera Nuh Adalah Kapal Yang Mengarungi Banjir Terlama Di Dunia.

Kitab Kejadian menggambarkan bahwa air merendam bumi selama 150 hari lamanya dan setelah itu air mulai surut. Nuh menunggu hingga bumi benar-benar kering sebelum membuka pintu bahtera

Monday, January 25, 2016

TEMUAN TERBARU MISTERI BAHTERA NABI NUH AS

TEMUAN TERBARU MISTERI BAHTERA NABI NUH AS
Hasil gambar untuk temuan terbaru misteri bahtera nabi nuh
  Bahtera Nabi Nuh masih menyisakan banyak misteri bagi semua umat manusia sepanjang zaman, terutama bagi para arkeolog.
Dikisahkan, Nabi Nuh diperintahkan Allah SWT untuk membuat sebuah kapal besar untuk menyelamatkan kerabat dan orang-orang yang beriman, serta pasangan binatang dari berbagai jenis, sebelum datang banjir besar.
Kini banyak ilmuwan yang meyakini bahwa di Gunung Ararat, Turki terdapat sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh.
Bahkan, tim arkeolog yang tergabung dalam Noah's Ark Ministries International (NAMI) yang berbasis di Hong Kong mengumumkan pada lima tahun lalu, mereka telah menemukan sebuah struktur kayu kuno di Gunung Ararat, yang kemungkinan bagian dari Bahtera Nabi Nuh.
NAMI mengungkapkan pada April 2010, mereka menemukan apa yang diyakini bagian dari Bahtera Nuh di ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, terkubur di bawah batu vulkanik dan es di Gunung Ararat.
Menurut laporan Charisma News, pada 15 Oktober tahun ini, Ahmet Ertugrul, ahli dan penemu Turki yang memimpin NAMI, akan tampil dalam acara khusus yang diselenggarakan Southern Evangelical Seminary (SES) untuk mempresentasikan penemuannya.
Ertugrul diharapkan bisa menjawab segala pertanyaan tentang penemuan awal dari Bahtera Nabi Nuh tersebut.
Dia kemungkinan akan mengumumkan informasi terbaru terkait Bahtera Nuh bersama dengan sebuah panel yang terdiri dari saksi mata dan ahli.
Dalam panel itu ada Philip Williams, seorang insinyur dan mantan pengusaha telekomunikasi Amerika. Dia akan mempresentasikan temuannya sendiri terkait dengan sisa-sisa Bahtera Nabi Nuh, terutama foto-foto, kesaksian dan video dari perjalanan yang dibuat di Gunung Ararat tahun lalu.
Williams adalah salah satu orang Amerika pertama yang pertama kali menyelidiki struktur Bahtera Nabi Nuh dan telah mempelajarinya selama dua dekade terakhir. Dia juga menjawab tuduhan bohong terkait temuan terbaru Bahtera Nabi Nuh. 
Posisi Bahtera Nabi Nuh
Hasil gambar untuk temuan terbaru misteri bahtera nabi nuh
        Para ilmuwan terus berusaha menjawab misteri keberadaan bahtera Nabi Nuh. Selama beberapa dekade dugaan mengarah di ketinggian Gunung Ararat, Turki timur. Pada ketinggian gunung itu memang terlihat bentuk seperti kapal raksasa, mereka menyebutnya 'anomali menarik'.
Untuk bisa menguak misteri itu, ilmuwan kini mendapatkan bantuan pencitraan dan analisis satelit. Adalah Porcher Taylor, profesor studi paralegal School of Professional and Continuing Studies, University of Richmond, Amerika Serikat, yang memulai melakukan studi dengan cara itu (menggunakan satelit).
"Asal-usul kognitif perjalanan saya dimulai pada 1973, saat pertama kali masuk sebagai calon perwira pada Akademi Militer AS di West Point, Amerika Serikat," kata Taylor dilansirSpace.com.
Kala itu, Taylor datang di saat ramai 'rumor kredibel' dari satelit mata-mata CIA, yang secara tak sengaja mencitrakan penampakan seperti haluan kapal mencuat keluar dari puncak es Gunung Ararat.
Beberapa dekade kemudian, Taylor inisiatif memindaklanjuti temuan satelit CIA.
Dia akhirnya mampu meyakinkan Badan Intelijen Pertahanan AS mengumumkan lima foto Angkatan Udara AS 1949 tentang Gunung Ararat.
Menurut dia pencitraan anomali Kapal Nuh terbantu citra satelit DigitalGlobe. "Banyak informasi yang didapatkan dari situ. Rasa ingin tahu semakin tinggi karena citra satelit resolusi tinggi anomali dari DigitalGlobe mungkin secara definitif mengubah anomali itu menjadi sebuah entitas dikenal, secara geologi atau mungkin sesuatu dari porsi Kitab Suci," kata Taylor.
DigitalGlobe telah memiliki satelit baru WorldView-3 yang memiliki pencitraan
dengan resolusi lebih tajam dan baik. Renananya akan diluncurkan pada musim panas 2014 dari fasilitas California Vandenberg Air Force Base.
Taylor mengklaim satelit ini memiliki resolusi pankromatik 31 cm, menjadikannya sebagai satelit komersial dengan resolusi terbaik dunia. "pencitraan akan menjadi detail. Itu sangat diperlukan," imbuh dia.
Selain satelit, misi itu juga dibantu dengan teknik analisis keunikan tekstur pankromatik anomali. Dalam teknik ini, dia akan dibantu oleh peneliti penginderaan jauh, Francois Luus dariDepartment of Electrical, Electronic and Computer Engineering, University of Pretoria, Afrika Selatan dan pengawas riset Luus, Sunil Maharaj.
Sebagai peneliti penginderaan jauh, kata Luus, setiap piksel dipertimbangkan dan pencitraan yang baik sangat berharga.
Kerangka Diduga Nabi Nuh Ditemukan
 Hasil gambar untuk temuan kerangka nabi nuh  
   Para staf di Penn Museum, Philadelphia menemukan sebuah kotak kayu berisi kerangka manusia berusia 6.500 tahun. Kotak kayu itu telah tersimpan di ruang gudang Penn Museum selama 85 tahun, tanpa ada yang mengetahuinya hingga saat ditemukan.
Terselip di gudang penyimpanan, kotak kayu berisi kerangka itu tidak memiliki nomor identifikasi atau kartu katalog. Tapi upaya terakhir untuk mendigitalkan sejarah kotak misterius itu telah memunculkan informasi baru.
Kerangka manusia dalam kotak itu digali dari kota kuno Ur (sekitar Irak), antara 1929 dan 1930, oleh Sir Leonard Woolley beserta timnya di Penn Museum.
Penggalian Woolley terkenal karena berusaha mengungkap makam bangsawan Mesopotamia, yang terdiri dari ratusan makam dan 16 tombsladen yang dijadikan artefak budaya. Selain itu, tim arkeolog itu juga menemukan pemakaman kuno yang berusia sekitar 2.000 tahun.
Dalam sebuah dataran banjir, hampir 50 kaki (15 meter) di bawah permukaan situs Ur, tim menemukan 48 makam yang berasal dari periode Ubaid, sekitar 5.500 sampai 4.000 sebelum Masehi.
Saat itu, Woolley memutuskan untuk mengangkat satu kerangka dari situs tersebut. Dia melapisi kerangka itu dengan lilin kemudian mengirimnya dalam sebuah kotak kayu ke London, lalu ke Philadelphia.
Menurut catatan Penn Museum, mereka menerima sekumpulan lumpur dan dua kerangka dari penggalian Woolley. Namun saat William Hafford, manajer Penn Museum, melakukan digitalisasi kiriman tersebut, hanya menemukan satu kerangka saja.
Penelitian lebih lanjut pada database museum mengungkapkan kerangka tak dikenal itu dicatat sebagai 'not accounted for' pada 1990. Untuk mengungkap siapa kerangka ini, Hafford mempelajari catatan ekstensif yang ditinggalkan Woolley.
Setelah mencari informasi tambahan, termasuk gambar dari kerangka yang hilang, Hafford menemui Janet Monge, kurator antropologi fisik Penn Museum. Tapi Monge, seperti Hafford, juga belum pernah melihat kerangka ini sebelumnya.
Saat itulah Monge teringat kotak misterius di ruang bawah tanah. Saat Monge membuka kotak itu dan mengatakan bahwa terdapat kerangka yang sama persis seperti yang dijelaskan Woolley.
Kerangka misterius itu kemungkinan seorang laki-laki berusia 50 tahun atau lebih. Dia memiliki tinggi antara 5 kaki 8 inci (173 cm) sampai 5 kaki 10 inci (178 cm).
Peneliti Penn Museum menamakan penemuan kerangka itu 'Noah', karena diyakini hidup setelah banjir besar yang terjadi di Ur, seperti kisah Nabi Nuh.
Teknik ilmiah modern belum tersedia saat Woolley melakukan penelitiannya. Dengan teknik ilmiah modern ilmuwan bisa mendapatkan lebih banyak informasi tentang sisa-sisa kuno, termasuk pola makan, asal leluhur, trauma, stres dan penyakit.
Bahtera Nabi Nuh Bisa Angkut 2,1 Juta Domba
 Hasil gambar untuk temuan kerangka nabi nuh  
   Dikisahkan banjir bandang maha dahsyat menerjang bumi, sekitar 4.800 tahun lalu. Sebelum bencana terjadi, Nabi Nuh -nabi tiga agama : Islam, Kristen, dan Yahudi- diberi wahyu membuat kapal besar untuk menyelamatkan umat manusia dan mahluk bumi lainnya.
Cerita bahtera Nabi Nuh sudah dikisahkan dalam ratusan buku, puluhan film, dan berbagai versi. Ahli sejarah dari sejumlah negara penasaran atas kebenaran kisah ini.
Baru-baru ini sekelompok mahasiswa fisika University of Leicester, Inggris melakukan hitung-hitungan menarik atas cerita itu seperti dilansir Latin Post, Jumat 4 April 2014 lalu. Para mahasiswa itu terdiri dari Oliver Youle, Katie Raymer, Benjamin Jordan, dan Thomas Morris. Mereka mencari logika seberapa banyak hewan yang mungkin ditampung bahtera Nabi Nuh.
Mereka merujuk buku "The Genesis Flood" karya John C Whitcomb dan Henry M Morris. Dalam buku itu disebutkan bahtera Nabi mampu mengangkut 35 ribu spesies hewan. Kelompok mahasiswa itu mulai melakukan penghitungan dari sisi ilmu fisika.
Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa rata-rata berat hewan di perahu 23,47 kilogram. Ya…setara berat domba, lah. Sebuah naskah kuno juga menyebut bahtera Nabi Nuh dibuat dari kayu gofir. Panjang 137 meter, lebar 22,86 meter, dan tinggi 13,7 meter.
Lalu, kelompok mahasiswa ini mulai menghitung berat kosong perahu dengan cara mencari angka kepadatan kayu gofir. Masalahnya, kayu gofir saat ini sudah tidak ada lagi. Sehingga mereka mencari pengganti kayu yang hampir mirip. “Kami mengantinya dengan kayu cemara," kata Thomas Morris.
Morris mengaku terkejut dengan hasil perhitungan akhir yang mereka dapatkan. Kesimpulannya : Bahtera Nabi Nuh mampu menampung 2,15 juta domba atau puluhan ribu spesies hewan dan tidak tenggelam.
"Kami tidak berpikir Alkitab sebagai sumber ilmiah yang akurat. Tetapi kami berhasil menemukan konsep perahu Nabi Nuh," kata Morris lagi. Sehingga menurut kelompok mahasiswa fisika itu, sangat masuk akal perahu Nabi Nuh masih terapung, meski diisi umat dan ribuan hewan.Assalamualaikum,
Replika Bahtera Nabi Nuh dari Mesopotamia Kuno
Dream - Sebuah replika dengan skala yang lebih kecil dari Bahtera Nabi Nuh telah dibangun di Kerala, India. Uniknya, pembangunan bahtera itu mengikuti relief yang tertulis dalam sebuah tablet tanah liat yang dibuat di Mesopotamia Kuno 4000 tahun yang lalu.

Sebelumnya, kurator British Museum Irving Finkel berhasil memecahkan tulisan pada tablet kuno itu. Di dalamnya terdapat instruksi detail untuk membangun sebuah bahtera yang diduga milik Nabi Nuh. Dan yang mengejutkan, Bahtera Nabi Nuh ternyata berbentuk bulat.

Kini kapal raksasa yang disebut Coracle itu telah selesai dibangun sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada tablet dari Mesopotamia Kuno (sekarang Irak).

Finkel seperti dikutip Dream dari laman dailymail.co.uk, Senin, 15 September 2014, mengatakan replika Bahtera Nabi Nuh yang selesai dibuat itu cukup besar untuk menampung beberapa pasang "hewan jinak".

Dia mendapatkan tablet itu dari seseorang beberapa tahun yang lalu dan membutuhkan waktu selama 20 tahun untuk memahami isinya. Dikatakan, bahtera itu berbentuk bulat dan merupakan catatan pertama dari cerita banjir besar di Babilonia yang terkenal.
Finkel menjelaskan bahtera yang disebutkan dalam tablet itu memiliki dua tingkat - sebuah rumah di atas dek dan ruang untuk hewan di bagian bawah.

Disebutkan pula bahwa bahtera itu dibangun dari 30 rusuk kayu dan 3.600 tiang penopang dan kemudian dilapisi dengan aspal. Menurut ahli rekonstruksi, bahtera yang asli memiliki luas setengah ukuran lapangan sepak bola dan dibangun dengan menggunakan tali alang-alang. Jika tali itu diregangkan, panjangnya mulai dari Edinburgh hingga ke London.

Kemudian tim Finkel menggunakan model komputer untuk menguji apakah bahtera dengan skala yang lebih kecil bisa mengapung dan berlayar di lautan. Tim membangun replika kecil mereka di Kerala, selatan barat India selama empat bulan. Dr Finkel mengatakan tim mampu mengikuti setiap petunjuk yang tertulis pada tablet dalam membangun replika tersebut.

Dalam membangun replika ini, tim tidak menggunakan alat-alat modern, perekat atau paku. Namun mereka hanya menggunakan kayu, bambu, daun kelapa dan tali alang-alang untuk menguatkan sambungan. Mereka benar-benar meniru apa yang telah dilakukan orang-orang Mesopotamia 4000 tahun yang lalu.

Seperti yang tertulis dalam tablet kuno, replika bahtera ini kemudian dilapisi dengan aspal di bagian dalam dan luar agar kedap air. Setelah selesai, replika tersebut memiliki berat sekitar 35 ton dan harus ditarik gajah untuk membawanya ke permukaan air.

Namun dalam peluncuran di air, terjadi kebocoran di lambung sehingga diperlukan pompa untuk menyedot air ke luar bahtera. Kendati demikian, Dr Finkel tetap merasa puas karena telah berhasil mewujudkan Bahtera Nabi Nuh secara nyata.

"Di Mesopotamia Kuno, mereka lebih mudah mendapatkan aspal dengan kualitas baik karena aspal keluar seperti sumber mata air," katanya. Sebaliknya tim harus puas dengan aspal India yang mudah mengering namun gampang meleleh saat terkena panas.

Finkel menyalahkan kualitas aspal yang rendah karena desain bahtera yang di tablet adalah kedap air dan menghasilkan kapal yang stabil. Dia memuji desain bahtera dalam tablet sangat efektif dan stabil untuk diajak berlayar.

"Jika kita bisa menggunakan aspal Irak dan menggunakannya dengan cermat dan hati-hati, mungkin kita bisa berlayar menuju New York tanpa masalah," katanya.

sekian, semoga bermanfaat
aldi hardiansyah

Sunday, January 24, 2016

FAKTA KAPAL NABI NUH AS BERASAL DARI JAWA TIMUR DAN JAWA TENGAH





Fakta kebenaran Kapal Nabi Nuh as berasal dari jawa tengah dan jawa TimurHasil gambar untuk misteri bahtera nabi nuhHasil gambar untuk misteri bahtera nabi nuh

      Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.  Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?  Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru.
     Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.  Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa.  Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu. 
     “Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing  Pendapat National Turk  Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).
     Menurut penelitian The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke antah beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir yang sangat besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air sudah menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka telah terdampar di puncak sebuah gunung.  Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan sementara kayu jati itu hanya tumbuh di Indonesia pada jaman purba hingga saat ini, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat menyaksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu adalah merupakan daratan yang sangat luas.
     Sedangkan Dr.Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh.  Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya.


wallahu'alam
aldi hardiansyah dan dia